Sobre Mí
enteri BUMN Erick Thohir menyatakan, pihaknya mengajukan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 37,18 triliun kepada BUMN-BUMN yang udah ditentukan sebelumnya. Slah satunya untuk penyelamatan Jiwasraya.
Hal ini disampaikannya usai ikuti rapat bersama dengan Komisi VI DPR RI, Senin (14/9/2020). Diketahui, PMN terbesar disetorkan kepada PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (PBUI) yakni sebesar Rp 20 triliun.
Erick bilang, lebih dari satu suntikan modal PBUI dapat digunakan untuk pembayaran klaim polis nasabah Jiwasraya yang dia berharap dapat di mulai kembali akhir tahun.
"Yang lain beberapa untuk Jiwasraya dimana diharapkan jadi tersedia pembayaran kembali akhir tahun," ujar Erick selagi ditemui di Kompleks DPR-MPR RI, Senin (14/9/2020).
Sebagai informasi, BPUI sudah menjadi induk holding perusahaan asuransi dan penjaminan. Selain membawahi PT Jiwasraya, BPUI juga membawahi PT Askrindo dan PT Jamkrindo yang menambahkan jaminan kepada UMKM di dalam mengambil dana murah untuk berusaha.
Askrindo dan Jamkrindo sendiri meraih PMN tiap-tiap Rp 3 triliun.
"Kan kemarin ada PMN Rp 6 triliun untuk Askrindo dan Jamkrindo dan lain-lain untuk menolong memproteksi bagi yang meminjam dana tidak mahal layaknya KUR (Kredit Usaha Rakyat) UKM," kata Erick.
Diketahui, persoalan Jiwasraya hingga waktu ini belum terhitung usai. Para nasabahnya sampai waktu ini belum menemui kejelasan kapan dapat beroleh pencairan polis asuransinya.
Ekonom Institute for Development of Economics plus Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara memandang, benar-benar berlarut larutnya kasus Jiwasraya ini mengancam keyakinan publik pada industri asuransi. Padahal, masyarakat yang mengerti pentingnya asuransi masih sedikit.
"Tapi lihat kasus gagal bayarnya asuransi Jiwasraya dan asuransi yang gagal bayar lainnya tujuan potensial itu hilang sebab mereka trauma untuk membeli asuransi," ucap Bhima beberapa pas lalu.
Ubicación
Ocupación